NUTRISI MANUSIA DAN KAITANNYA DENGAN PENGGUNAAN NAPZA(DILUAR
YANG ADITIF DALAM MAKANAN DAN MINUMAN):HEROIN,KOKAIN,SABU
SABU,MIRAS DSB
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas 2 Biokimia Nutrisi Oleh Dosen Pengampu
Prof.Dr.Ramlan Silaban ,M.Si
O L E H
YUNI ANDRIANI SIREGAR(4141131055)
KIMIA DIK B 2014
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015
ABSTRAK
Penelitian atau miniriset ini dilakukan dengan membagikan seperangkat pertanyaan seputar Napza
kepada masyarakat Unimed dan kemudian mewawancarai pecandu Napza yang di peroleh dari
kota Binjai.Setelah itu memadukan lingkungan Napza dan penyalahgunaannya ini yang dihimpun
dari berbagai media massa,seperti internet dsb.Dari Hasil minirisetnya dampak yang paling besar
terhadap penyalahgunaan Napza ini dikarenkan faktor lingkungannya yang tidak sehat dan
kurangnya pengawasan orang tua
PENDAHULUAN
Disekitar kita saat ini, banyak sekali zat-zat adiktif yang negatif dan sangat berbahaya bagi
tubuh. Dikenal dengan sebutan narkotika dan obat-obatan terlarang. Dulu, narkoba hanya dipakai
secara terbatas oleh beberapa komunitas manusia di berbagai negara. Tapi kini, narkoba telah
menyebar dalam spektrum yang kian meluas. Para era modern dan kapitalisme mutakhir, narkoba
telah menjadi problem bagi umat manusia diberbagai belahan bumi. Narkoba yang bisa mengobrak-
abrik nalar yang cerah, merusak jiwa dan raga, tak pelak bisa mengancam hari depan umat manusia.
Padahal 2.000 tahun yang lalu catatan-catatan mengenai penggunaan cocaine di daerah Andes –
penggunaan terkait adat, untuk survival/bertahan hidup (sampai sekarang) menahan lapar dan rasa
haus, rasa capek, bantu bernafas, sedangkan Opium digunakan sebagai sedative (penawar rasa sakit)
dan aphrodisiac (perangsang). Dahulu pada banyak negara obat-obatan ini digunakan untuk tujuan
pengobatan , namun seiring berjalannya waktu , penyalahgunaan napza dimulai oleh para dokter,
yang meresepkan bahan bahan napza baru untuk berbagai pengobatan padahal tahu mengenai efek-
efek sampingnya. Kemudian ketergantungan menjadi parah sesudah ditemukannya morphine (1804)
– diresepkan sebagai anaesthetic, digunakan luas pada waktu perang di abad ke-19 hingga sekarang
dan penyalahgunaan napza diberbagai negra yang sulit untuk dikendalikan hingga saat ini
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Seperti ungkapan ‘api
kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan’. Ini ungkapan yang sangat pas untuk
menggambarkan tentang narkoba.
Bila seseorang menggunakan narkoba tanpa adanya pengawasan dari dokter akan sangat
membahayakan si pengguna karena umumnya narkoba mengandung zat-zat beracun yang bisa
menyebabkan pengguna narkoba akan selalu ketergantungan atau kecanduan terhadap obat-obatan
tersebut, merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang atau
membuat pikiran menjadi tidak rasional dan kerusakan otak secara permanen. Akibat yang lebih
mengerikan lagi adalah berujung pada kematian.
Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan
psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik
dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah:Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif
lainnya.
Disebabkan oleh pengalaman pengalaman atau informasi yang telah beredar ini penulis akan
mengemukakan bagaimana sebenarnya Napza itu dan dampak serta penanggulangan yang tepat
untuk dikemukakan.
METODE
Adapun metode dari pembuatan makalah ini yaitu dengan pengumpulan data berupa
pertanyaan dengan menjawab seadanya dalam kertas dengan pertanyaan meliputi narkoba,dampak
dan orang orang yang terlibat dalam Napza dan penanganan yang di gunakan berdasarkan hasil
wawancara oleh orang yang pernah terkena dengan penggunaan Napza ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
mini riset di Universitas Negeri Medan dan di kota Binjai.adapun penelitian dalam Universitas
Negeri Medan dengan menyebarkan selembar kertas yang berisi pertanyaan pertanyaan meliputi
Napza dan penggunaannya serta pengaruhnya dan penelitian yang dilakukan di binjai dengan
mewanwancarai orang yang sudah terkena dengan Napza ini.
Dan dari hasil penelitian ini yang dimana penelitian nya dilakukan di kota Binjai
menghansilkan sebuah wawancara
NAMA : BOBY ANINA PURBA
UMUR :19 TAHUN
ALAMAT :JALAN SAMANUDI NO:46, BINJAI
1. Saudara boby sudah berapa lama menjadi pecandu narkoba? Jawab: sudah hampir 3 tahun saya
menggunakan narkoba , dimulai dari mencoba menghirup lem selanjutnya berlanjut pada
penggunaan sabu-sabu
2. Apa yang anda rasakan selama menggunakan narkoba jenis sabu-sabu? Jawab: saya merasakan
badan saya menjadi lebih enak ketika menggunakannya. Saya dapat tidak tidur selama 2 hari dan
tidak makan selama 2 hari. Jika saya tidak memiliki uang untuk mendapatkan sabu saya akan
berusaha untuk mencuri atau mengambil barang dari rumah saya lalu menjualnya untuk membeli
barang yang saya inginkan.
3. Saya pernah mendengar anda pernah masuk ke dalam rehabilitasi narkoba? Jawab: iya saya
pernah masuk kedalam rehabilitasi narkoba yang berada di Padang Bulan pada tanggal 2 januari
2015
4. Berapa lama anda direhabilitasi? Jawab: kurang lebih 3 bulan
5. Apa saja yang anda lakukan selama disana? Jawab: direhabilitasi kami melakukan rutinitas pagi
membersihkan tempat rehabiitasi , mendengarkan seminar mengenai bahaya narkoba , adanya
rutinitas ibadah disore hari dan malam harinya adanya renungan menanyakan bagaimana
perasaan/keadaan selama 1 hari ini , menceritakan kejadian dihari itu
6. Bagaimana dengan makanan disana? Adakan bedanya dengan makanan yang dikonsumsi dengan
pengguna sabu-sabu , ganja atau pecandu lainya? Jawab: saya rasa tidak kami diberi makan di jam
yang sama dengan makanan yang sama juga. Setiap pagi kami diadakan untuk minum susu sebagai
penetral selama penggunaan narkoba dengan makanan yang kami dapat nasi , lauk , sayur dan buah.
Dengan menu makan kami yang berbeda dari pagi sampai malam
7. Apaka menurut anda setiap makanan yang saudara dapat mencangkup semua nutrisi yang anda
butuhkan dan apakah ada pembeda dengan orang yang tidak menggunakan narkoba? Jawab: saya
rasa tidak , saya rasa apa yang mereka berikan pada kami sama ketika saya berada dirumah . tidak
ada pembeda dengan makanan orang seperti kami ketika kami direhabilitasi.
8. Apa yang anda rasakan setelah anda keluar dari tempat rehabilitasi? Jawab: wawasan saya telah
dibuka dengan baaya narkoba , badan saya menjadi lebih gemuk karena sudah tidak menggunakan
sabu-sabu lagi ditambah makanan yang enak yang sesuai dengan makanan yang dianjurkan ole
dokter yaitu makanan 4 sehat 5 sempurna dan pembekalan keagamaan yang saya dapat untuk
menjauhkan diri dari narkoba
Sedangkan metode yang lain yaitu dengan melakukan penelitin dengan menjawab
pertanyaan dari mahasiswa unimed yang bertujuan untuk mengetahui wawasan mahasiswa tentang
Napza itu.Mahasiswa yang diambil sebagai sampel yaitu mahasiswa kimia stambuk 2015 sebanyak
9 orang.adapun daftar pertanyaan dari pengetahuan masyarakat ini,dimana masyarakat ini berupa
masyarakat unimed
1. Apa Penyebab Generasi Muda Zaman Sekarang Mudah Terjerumus Oleh Narkoba Dan
Hal-Hal Yang Diharamkan Lainnya?
2. Sebesar Apakah Sebenarnya Bahaya Dari Pengkonsumsi Narkoba Ini?
3. Jadi, Kira-Kira Apa Dampaknya Pengguna Narkoba Ini Untuk Kesehatannya Sendiri
4. Bisakah Bapak Memberi Saran Khusus Supaya Terhindar Dari Bahaya Narkoba?
5. Apa Sajakah Macam-Macam Narkoba Yang Banyak Beredar Di Indonesia?”
6. Mengapa Narkoba Tersebut Dapat Beredar Bebas Di Indonesia?”
7. Mengapa Narkoba Seperti Ganja Banyak Ditanam Di Aceh, Sedangkan Ganja Atau
Narkoba Lainnya Dapat Berpengaruh Buruk Bagi Penggunanya?”
8. Siapakah Yang Bertanggungjawab Terhadap Kasus Penanaman Ganja Seperti Ini Seperti
Yang Ditanam Di Aceh Itu?
9. Berapa Lama Atau Sampai Kapan Pemulihan Dari Narkoba Tersebut Berakhir?
10. Siapa Sajakah Yang Bertindak Dalam Penanganan Kasus Ini
No Nama Hasil Pengetahuan
1 Murniyati Kurangnya informasi tentang wilayah penanaman Napza
2 Nia liandari Kurang pemahaman tentang narkoba itu sendiri
3 Fadhilla husna lubis Kurang pengetahuan pecegahan narkoba
4 Nurlaili Kurangnya informasi tentang wilayah penanaman Napza
5 Risma trijuliani girsang Kurang tepatnya pengedaran narkoba
6 Riska melani harahap Kurangnya mengetahui pemulihan dari narkoba
7 Muhammad afriza Tidak mengetahui dari orang yang tanggung jawab penanaman
narkoba di aceh
8 Dosantos siaturi Kurang mengetahui kasus dari orang yang bertanggung jawab dari
penanaman ganja
9 Siti khadijah lubis Kurangnya mengetahui pengaruh generasi muda terjerumus dalam
narkoba
Dari tabel ini maka diperoleh hasil dari masing masing mahasiswa mempunyai
kadar pengetahuan yang berbeda dan disini penulis akan memberikan hasil yang
sebenarnya bahwa
1. Dalam pertanyaan yang nomor 1 diperoleh bahwa kurangnya perhatian dari
orang tua,dan pergaulan lingkungn sekitar,dan rasa ingin tau,dan pengetahuan
agama yang kurang yang mengakibatkan generasi muda mudah terjerumus oleh
Napza
2. Bahaya dari konsumsi narkoba itu dapat merusak rasaf,depresi dan
mengakibatkan kematian
3. Dampak penggunaan narkoba itu merusak sistem saraf dan menghancurkan
masa depan dan mudah terkena penyakit
4. sarannya dengan meingkatkan amal ibadah dan menjauhi pergaulan bebas dan
jangan sekali kali untuk mencoba coba narkoba itu sendiri
5. macam macam narkoba:sabu sabu,heroin,kokain,ganja
6. Hal ini disebabkan karena sistem hukum Indonesia kurang tegas bagi para
pengedarnya maupun penggunanya. Tidak seperti di Korea dan China yang
mana pengguna serta pengedar diberikan sanksi dan hukuman yang tegas,
seperti hukuman mati.”
7. ”Karena tanaman seperti itu hanya tumbuh di daerah tropis, seperti Indonesia
yang biasa disebut sebagai penghasil narkoba. Seperti di Aceh, ganja tersebut
tidak hanya untuk dikonsumsi sebagai penenang atau lainnya tetapi juga dapat
dicampurkan kedalam masakan.”
8. Jika penanaman tersebut secara ilegal, maka yang akan bertanggungjawab
adalah penanamnya itu sendiri. Sedangkan penanaman secara legal
dipertanggungjawabkan oleh pemerintah selama penanaman tersebut tidak
disalahgunakan.”
9. Pemerintahan dan warga sekitar dan untuk mengurusi ini aparat kepolisian dan
BNN
10. ”Tergantung kepada pelakunya sendiri, jika didalam diri pelaku mempunyai
keinginan untuk
Kemudian dilakukan kembali wawancara kepada narasumber dibidang kesehatan meliputi sekitar
napza,disini penulis mewawancarai seorang bidan,hal ini dilakukan karena penulis tidak
memperoleh informasi dari seorang yang pakarnya,disebabkan keterbatasan waktu,dan tempat
yang tidak memadai serta kekurangan sarana dan prasarana
HASIL WAWANCARA DENGAN PAKAR KESEHATAN SEPUTAR NAPZA
HJ.TIDOHARNI HARAHAP,Am.Keb,S.KM
Jl TUASAN GG TAWAR NO.2 MEDAN
KLINIK BIDAN DIANA
1. Pewawancara :Sebenarnya menurut ibu apakah Narkoba itu?
Narasumber :Narkoba adalah barang haram yang dapat membahayakan diri
sendiri,merusak harapan diri sendiri,yang dipengaruhi lingkungan,faktor orang tua
dsb
2. Pewawancara :Apa dampak pengguna Narkoba ini bagi kesehatan sendiri?
Narasumber :Dampak narkoba itu adalah merusak sistem otak,sedangkan otak adalah
pusat koordinasi tubuh,sehingga jika otak sudah terkotori oleh barang haram
itu,pastinya akan suram masa depan sendiri
3. Pewawancara:Bagaimanakah dampak narkoba pada ibu hamil?
Narasumber :Ibu pernah menangani orang yang pecandu pada saat akan
melahirkan,dimana saat melahirkan itu pecandu lagi membutuhkan itu untuk
menenangkan pikirannya agar dapat melahirkan persalinan normal,dan tentunya jika
anak ini terlahir dari ibu yang tidak peduli akan dirinya,anaknya akan mengalami
kekurangan,seperti berat badan yang kurang,kulitmya kisut dan sebagainya
4. Pewanwancara :Bisakah ibu memberi saran khusus supaya terhindar dari bahaya
Narkoba ?
Narasumber :Kalau dari ibu dengan memperkuat agamakita,tentunya dengan kita
memperkuat agama kita akan kuat,selain itu mempererat hubungan dengan keluarga
sehingga akan tampak keharmonisan dalam keluarga,dan 1 lagi berhati hati dalam
memilih jenis makanan dan minuman karena sekarang sudah ada para pengedar
menaburkan ini pada sayur sayur dan lauk pauk
Dan ketika penelitian ini selesai dilakukan,maka proses selanjutnya dengan melihat
bagaimana sebenarnya cepat sembuh, maka pemulihan pun akan berlangsung singkat, dan
sebaliknya.”Napza dan Pengaruhnya tersebut.Tetapi dalam penelitian ini juga dapat dihilat dari
pecandu Napza ini benar masih pemuda,dimana pemuda yang kecanduan disebabkan pengaruh
lingkungan dan sifat keremajaan atau ABG yang dalam istilah modrennya yang selalu ingin
mencoba mencoba dengan cara mengelem sampai dengan penggunaaan Napza ini.Sungguh hal ini
memang betul pengaruh lingkungan yang buruk dan kurangnya pengawasan dari orang tua
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman
atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi
mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.
2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan
dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.
3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan /
atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan
ketergantungan. Contoh : Codein.
PSIKOTROPIKA :
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis
bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Psikotropika terdiri dari 4
golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak
digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.
Contoh : Ekstasi.
2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan /
atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma
ketergantungan. Contoh : Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan /
atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma
ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi
dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma
ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).
ZAT ADIKTIF LAINNYA :
Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar
Narkotika dan Psikotropika, meliputi :
1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf
pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu.
Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat /
zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).
2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik,
yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin.
Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.
3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada
remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi
pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.Berdasarkan efeknya terhadap perilaku
yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :
1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas
fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur
bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ),
Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).
2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan
meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan
bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.
3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang
bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda
sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).
II. PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :
1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :
a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.
c. Opioda sintetik : Metadon.
Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.
Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih
keabuan.Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu
dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik
mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang
digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita
cancer.Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin
menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan
percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk
dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2. KOKAIN :Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas
permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan
penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan
cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. Efek
pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri,
dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. KANABIS :Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.
Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan : dihisap dengan cara
dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.Efek rasa dari kanabis
tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ),
sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada
mulut dan tenggorokan.
4. AMPHETAMINE :Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.
Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
Ada 2 jenis Amphetamine :
a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.
Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar
dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).
5. LSD ( Lysergic Acid ).termasuk dalam golongan halusinogen.
Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.
Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko
dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.
Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit
kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu
sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan
penggunaanya paranoid.
6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :Termasuk golongan zat sedative ( obat
penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG,
Rohyp. Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang,
stress, serta sebagai obat tidur.
7. SOLVENT / INHALASI :Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya :
Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.
Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang
mampu.Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan
fungsi paru, jantung dan hati.
8. ALKOHOL :Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan
kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan
kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Nama jalanan : booze, drink.Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran
III. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN
Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau
teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan
fungsi sosial.
Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga
tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya
dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).
PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual :
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan
biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar
menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas. c. Perilaku
yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. Kurang percaya diri e. Mudah kecewa,
agresif dan destruktif f. Murung, pemalu, pendiam g. Merasa bosan dan jenuh h. Keinginan untuk
bersenang – senang yang berlebihan i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Identitas
diri kabur k. Kemampuan komunikasi yang rendah l. Putus sekolah m. Kurang menghayati iman
dan kepercayaan.
2. Faktor Lingkungan :
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah,
teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :
a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b. Hubungan kurang harmonis c. Orang tua yang
bercerai, kawin lagi d. Orang tua terlampau sibuk, acuh e. Orang tua otoriter f. Kurangnya orang
yang menjadi teladan dalam hidupnya g. Kurangnya kehidupan beragama.
Lingkungan Sekolah :
a. Sekolah yang kurang disiplin b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Sekolah yang kurang
memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. Adanya
murid pengguna NAPZA.
Lingkungan Teman Sebaya :
a. Berteman dengan penyalahguna b. Tekanan atau ancaman dari teman.
Lingkungan Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
faktor diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan
tetapi makin banyak faktor faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi
penyalahguna NAPZA.
GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA
1. Perubahan Fisik :
– Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan,bicara pelo ( cadel ),apatis ( acuh tak acuh),
mengantuk, agresif.
– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit
teraba dingin, bahkan meninggal.
– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit
seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan
kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku :
– Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang
bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota
keluarga yang lain.
– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya,
mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan
dan sering berurusan dengan polisi.
– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan,
tertutup dan penuh rahasia.
PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA
NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :
1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama.
Pengaruhnyapada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :
2. – gangguan daya ingat
– gangguan perhatian / konsentrasi
– gangguan bertindak rasional
– gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
– gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
– gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.
b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru
( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksua
e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.
Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan
hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual
yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA
yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS
semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual,
selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.
f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga
mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h. Komplikasi pada kehamilan :
– Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
– Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
– Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.
2. Dampak Sosial :
a. Di Lingkungan Keluarga :
· Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah
tersinggung.
· Orang tua resah karena barang berharga sering hilang.
· Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi
aib keluarga.
· Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga
merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
· Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan
rehabilitasi.
b. Di Lingkungan Sekolah :
· Merusak disiplin dan motivasi belajar.
· Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar.
· Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.
c. Di Lingkungan Masyarakat :
· Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.
· Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi
ketergantungan.
· Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga
masyarkat menjadi resah.
· Meningkatnya kecelakaan.
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan
intervensi.Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi
untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak
menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses
tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1. Mengasuh anak dengan baik.
– penuh kasih sayang
– penanaman disiplin yang baik
– ajarkan membedakan yang baik dan buruk
– mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
– mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang
terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1. Upaya terhadap siswa :
· Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
· Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA
di sekolah.
· Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap
menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
· Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
· Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan
NAPZA untuk bisa menghentikannya.
· Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
· Razia dengan cara sidak
· Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
· Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
· Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
· Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
· Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis
antara pendidik dan anak didik.
· Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
· Sikap keteladanan guru amat penting
· Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di
lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga
masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan
penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.
KESIMPULAN
kepada pecandu Napza ini bahwa dia mengkonsumsi napza yang jenis LSD ( Lysergic Acid
).termasuk dalam golongan halusinogen yang dimana awalnya berupa menghirup lem
sampai bertindak ke sabu sabu
2. Selain itu prilaku yang penggunaan Napza ini umumnya sama,akan tetapi setelah
dilakukannya penelitian dan mencari bebagai literatur bahwa prilakunya sedikit
berbeda,dimana dalam hal ini si pecandu ini merasakan badan menjadi lebih enak ketika
menggunakannya,dapat tidak tidur selama 2 hari dan tidak makan selama 2 hari. Jika tidak
memiliki uang untuk mendapatkan sabu saya akan berusaha untuk mencuri atau mengambil
barang dari rumah lalu menjualnya untuk membeli barang yang inginkan.
3. Pecandu Napza ini dapat disembuhkan dengan berbagai cara,salah saatunya dengan
Rehabilitasi,dimana si pecandu dalam miniriset ini melakukan rehabilitasi di rehabilitasi
narkoba yang berada di Padang Bulan pada tanggal 2 januari 2015 dan merasakan badan
yang lebih sehat dan berenergi,serta dapat meningkatkan iman kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
4. Setiap perbuatan pasti ada dampaknya,seperti dalam miniriset ini pecandu selalu bertindak
seperti pencuri,tetapi semua itu dapat dikendalikan kembali dengan kesadaran diri sendiri
untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin
5. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa cara kita untuk menjauhkan kita
dari Napza Kalau dari ibu dengan memperkuat agamakita,tentunya dengan kita memperkuat agama
kita akan kuat,selain itu mempererat hubungan dengan keluarga sehingga akan tampak
keharmonisan dalam keluarga,dan 1 lagi berhati hati dalam memilih jenis makanan dan
minuman karena sekarang sudah ada para pengedar menaburkan ini pada sayur sayur dan
lauk pauk
DAFTAR PUSTAKA
Effendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi Kesehatan. Jakarta: PSKM FKK UMJ.
Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali.
M. Arief Hakim, Bahaya Narkoba Alkohol : Cara Islam Mengatasi, Mencegah dan Melawan, Bandung :
Nuansa, 2004.
Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007.Pencegahan Narkoba
Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.
Nuradika Pradana Reeza, 2015. Bahaya Narkoba Bagi Remaja dan Pelajar. http://jogoyitnan-
free.blogspot.com/2015/01/makalah-bahaya-narkoba-bagi-remaja-dan.html (Diakses 16 januari 2015)
Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
Simuh, dkk., Tasawuf dan Krisis, Semarang, Pustaka Pelajar, 2001.
Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persuda
Sofyan, Ahmadi, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda Panduan bagi Orang tua, Guru, dan Badan
Narkotika dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Jakarta: Prestasi Pustaka
Publisher.
Sudarman, Momon, 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Syani, Abdul, 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. PT DUNIA PUSTAKA